Senin , Juli 16 2018
Home / Artikel Taruhan Online / Agen bola / Politik Indonesia Lebih Buruk Dari Taruhan Online

Politik Indonesia Lebih Buruk Dari Taruhan Online

Politik Indonesia Lebih Buruk Dari Taruhan Online
@Politik Indonesia Lebih Buruk Dari Taruhan Online

Situs  taruhan online – Kondisi di Indonesia saat ini tentu sangat memprihatinkan, terutama kondisi pemerintahannya. Pejabat pemerintahan dengan terang-terangan mengambil uang rakyat, bahkan pejabat yang korup bisa kebal dengan hukum. Setiap pejabat negara pasti memiliki hak angket agar bisa menjalankan tugasnya. Namun hak anget itu digunakan untuk kepentingan diri sendiri, bukan untuk kepentingan rakyat lagi. Seperti judul yang kami tulis diatas, politik indonesia lebih buruk dari taruhan online.

Kami bisa menulis judul seperti itu karena memang pejabat negara yang sudah jelas melakukan tindakan pencurian uang rakyat namun kebal dengan hukum. Setidaknya  taruhan online tidak melakukan pencurian keji seperti yang dilakukan pejabat korup di Indonesia. Pemain dan juga bandar yang melakukan kegiatan taruhan online setidaknya berusaha mendapatkan penghasilan dengan sebaik mungkin. Meskipun banyak orang yang mengatakan judi online itu adalah penipuan. Baiklah jika taruhan online itu penipuan, bagaimana dengan pencuri yang terang-terangan dan tidak bisa di tangkap?

Politik Indonesia Lebih Buruk Dari Taruhan Online

Taruhan online itu bukan penipuan, taruhan online memiliki peraturan yang jelas dan juga permainan yang sangat adil. Adakah bukti yang jelas mengkatan taruhan online adalah penipu? Untuk pejabat yang korup di Indonesia, kami rasa 80% orang Indonesia tahu bahwa kebanyakan angota DPR yang tidak ada fungsinya malah mengambil uang rakyat.  Jumlah yang di korup pejabat tidak  tanggung-tanggung, triliunan rupiah. Apakah taruhan online bisa melakukan kegiatan penipuan dengan dana triliunan rupiah? Politik Indonesia lebih keji dari pembunuhan.

Baca jugaJudi Bukan Sekedar Hobi, Namun Melengkapi Perasaan Yang Sunyi

Diartikel ini kami tidak bermaksud untuk membela taruhan online, tapi itu merupakan fakta kehidupan dan bukan rahasia lagi. Teman-teman harus mengetahuinya bahwa kejahatan itu berawal dari pejabat negara sendiri. Jika pemimpin korup masih menguasai Indonesia, maka kejahatan akan terus berkembang. Uang rakyat yang seharusnya di gunakan untuk orang-orang yang membutuhkannya malah digunakan untuk kepentingan sendiri. Itulah alasan Indonesia selalu mengalami kemunduran dan susah mencari pekerjaan untuk semua rakyatnya. Jika dana yang di korup bisa membangun tenaga kerja, kenapa warga Indonesia masih gampang dibodohi.

Taruhan online Indonesia dan politik Indonesia

Warga Indonesia belum terlalu pintar untuk mengetahui bahwa uang yang mereka terima untuk melakukan demo itu tidak seberapa dengan dana yang sudah dikorup. Itulah mengapa warga Indonesia banyak yang dibodoh-bodohi oleh pejabat korup dengan mengatasnamakan agama dan kesucian agama. Sebenarnya rakyat Indonesia tidak salah, karena mereka hanya menuruti perintah Agama mereka. Disini yang salah adalah pemimpin korup yang menggunakan Agama untuk kepentingan politik.

Nah, apakah taruhan online pernah mengaikatkannya dengan Agama? Saya tidak mendengar adanya penipuan taruhan online mengatasnamakan Agama. Disini tentu teman-temana bisa menilai sendiri, mana yang buruk mana yang baik. Jika teman-teman mengatakan taruhan online dan politik sama-sama buruk, nah menurut teman-teman yang terindikasi lebih dari sampah apakah taruhan online ataukah politik? Hanya politik yang bisa mengatasnamakan Agama untuk kepentingan diri sendiri. Sedangkan taruhan online mengatasnamakan perusahaannya sendiri untuk kepentingan diri sendiri.

Kami mohon maaf untuk teman-teman yang merasa tersinggung dengan artikel ini. Kami tidak ada maksud untuk menyalahkan atau membela suatu pihak. Kami hanya ingin masyarakat Indonesia lebih pintar dan lebih bisa berpikir lagi lebih jauh tentang apa yang dia lakukan. Kami juga mohon maaf jika artikel taruhan online ini dikaitkan dengan politik, setidaknya dengan artikel ini teman-teman juga bisa mengetahui fakta tentang politik di Indonesia seperti apa. (*)